Monday, January 30, 2006

Selamat Tahun Baru!


Saya dan keluarga mengucapkan:

Selamat Tahun Baru 1427

Semoga di tahun yang baru, segalanya menjadi lebih baik.


Thursday, January 26, 2006

Batam: Kini dan Enam Tahun Lalu

Baru-baru ini, saya berkesempatan kembali mengunjungi Batam. Kota ini sempat saya tinggali selama kurang lebih setahun di tahun 1999/2000. Ketika menginjakkan kaki di Hang Nadim dan mengamati sekeliling, rasanya tidak banyak berubah di sana. Begitu juga ketika mulai meninggalkan bandara dan menyusuri jalanan menuju Batam Center, pusat kota Batam.

Beberapa kompleks perumahan baru tampak di sisi kiri kanan jalan. Meskipun demikian, perjalanan dari bandara ke Batam Center tetap memberikan kesan yang sama. Lengang, dan asing. Eh, sebentar! Ternyata ada yang berubah. Kini, di sepanjang perjalanan, saya sering berpapasan dengan sepeda motor. Kendaraan yang dulu rasanya jarang ditemukan.

Perubahan sangat terasa di sekitar Batam Center. Ada pelabuhan, yang dulu masih sedang diuruk. Ada mesjid raya, yang dulu masih saya lihat berupa gambar rencana. Perubahan lain juga saya lihat di sana, beberapa pusat perbelanjaan yang dulu sangat ramai ketika saya tinggalkan, sekarang telihat merana bahkan (hampir) mati. Mungkin sudah nasib pusat-pusat perbelanjaan tua, tidak hanya di Batam, ditinggalkan pengunjung ketika pusat belanja baru muncul dan menawarkan beraneka daya tarik.

Satu lagi hal yang tidak berubah: kesenjangan. Anda dapat masuk sebuah mal modern dengan interior layaknya pusat perbelanjaan di jantung Singapura (barangkali), lengkap dengan gemerlap lampu ratusan atau ribuan watt. Tapi jangan lupa, ketika keluar dari sana dan berjalan kaki tak lebih dari 100 meter, Anda akan kembali menemukan belukar dan lahan kosong tak berpenghuni yang tetap gelap, tetap sunyi. Sepercik cahaya mungkin akan menghampiri Anda, dari jejeran ruli (rumah liar) yang tersebar di pinggiran jalan raya.

Batam, bagaimanapun, tidak akan pernah terlupakan. Di sanalah, masa-masa awal pernikahan saya lalui.